header image
 

Miles Away: Leave My Heart from You!!

Miles Away!!

Ada yang pernah bilang, ada yang pernah hilang. Pertemuan membuahkan hasil sebuah perpisahan..apapun itu, sekedar sebagai sebuah jarak, atau sebuah lubang di hati.. yang pasti daripada terlarut lebih jauh, lebih kelam..hentikan semuanya..demi kebaikan semuanya..

I just woke up from a fuzzy dream You never would believe the things that I have seen I looked in the mirror and I saw your face You looked right through me, you were miles away All my dreams, they fade away I’ll never be the same If you could see me the way you see yourself I can’t pretend to be someone else Always love me more, miles away I hear it in your voice, miles away You’re not afraid to tell me, miles away I guess we’re at our best, miles away So far away, so far away When no one is around then I have you here I begin to see the picture, it becomes so clear You always have the biggest heart When we’re 6.000 miles apart Too much of no sound Uncomfortable silence can be so loud Those three words are never enough When it’s long distance love Always love me more, miles away I hear it in your voice, miles away You’re not afraid to tell me, miles away I guess we’re at our best, miles away So far away, so far away, so far away, so far away…

I’m alright Don’t be sorry, but it’s true When I’m gone, you realize That I’m the best thing that happened to you You always love me more, miles away I hear it in your voice, miles away You’re not afraid to tell me, miles away I guess we’re at our best, miles away You always love me more, miles away I hear it in your voice, miles away You’re not afraid to tell me, miles away I guess we’re at our best, miles away So far away, so far away, so far away, so far away So far away, so far away, so far away, so far away So far away, so far away…

-akirawisnufromhardcandy-

Dan Kuingin Berlari Saja!

Dalam sedalam dalamnya senyap
kuterigau,
ingin berlari..
mendudukkan diri dalam

kembali seperti dulu,
menjadi abu yang takkan bisa ternagkai lagi

kadang teringat kesedihan,
kala senang meradang
kadang terkenang gundah,
saat memor menjadi asa yang tandas

kuhanya menuliskan lantunan melodi hitam,
dan menjadikan sonata - sonata merah menyala
melamunkan melodi lagu klasik
terirama dalam bait kesedihan

terajam indahnya tangis..
kini kusendiri, terduduk, terdiam..

tiap detik terlampau dibawah tautan malam,
selama nafas menggebu
kuingin sendiri
menangis dalam iba, digelap malam ini..

Teringat terompet masa,
terlambung asa langit ketujuh
derap pacuan dustaku berlari
senyum miris dalam tragedi

Dan kini kuingin sendiri..

3 des 2008, 21.00
-akirawisnu-

Paradise Betrayed

when those blessed eyes reflect shadows of pain
turn away! It’s a trick to arouse emotions
The ground below their feet crumbles, the two cant turn back
dont let go of the hands that reached to you..

those simple days, vanishing one by one
i wont allow those memories to be tainted
this is paradise betrayed
searching for the light in the far reaches of my wayward heart
let these prayers reach you..

these imprisoned wings long for open the skies
i want to believe wea arent alone

we undertsand each other within our bonds,
we seek for each other..

i will not let us separate..
we will not get separated
destiny begins..

(will you kill someone you loved, because of love?)

Adakah,Akankah,Apakah??

akankah waktu memisahkan tiap butiran embun,
dalam tiap rajutan laba -laba fajar

akankah kenangan hanya sekedar lantunan melodi,
yang menitikkan nila dalam lautan kisah?

apakah akhir selalu menjadi penutup,
dalam kidung cerita masa muda kita??

adakah sebenarnya masa yang tersulam sutra,
yang tak terbatas dan kekal dalam memori..

kapankah waktu itu tiba,
dan kapankah akhir itu menjadi sonata penutup

sedemikian singkatkah suka?
sedemikian cepatkah luka?
sedemikian pekatkah penat?
dan sedemikian gelapkah hidup ini??

kumakin tak tahu..

kumakin terbelenggu…

dan apakah harus seperti ini??

maaf klo q ngomong ni, , yg pasti foto yg q pajang d fs ini bkn brarti g bermakna apapun…

walaupun berat, akankah akhir menjadi melodi hitam panjang yang membuahkan buah kuldi..memisahkan satu sama lain, hidup dalam bayangan hitam,gelap menempuh jalan..

kalian cahaya - cahaya dalamhidupku..lilin jiwa, dan kusayang kalian semua..

kutakingin lepas…)

-akirawisnu-

“Biru - Sebongkah Tanya”

“Biru - sebongkah tanya”

biru,
apakah ada dunia yang seindah fantasi kita?

biru,
akankah waktu melambatkan momentumnya?

biru,
adakah hati yang bertautan dikala sendu menyapa?

dan biru,
kini kutahu langit tengah gelap
dan kuterbenam pekat
lenyap tanpa jerat

biru,
kuingin lari dari tawa lemahku!

biru,
kutakingin seorang tahu deraiku

dan biru,
kini kuterjebak dalam pilihan
menyadur kisah semu
menyerbakkan madu pahit dunia

warnamu menjadi syahdu
dan engkaulah yang tahu

kutatap biruku,
mencanangkan hampa
kupegang erat biru duniaku
dan kini ku menjadi semu

“Duniaku terasa biru, pilu dalam lengap, terjerembab oleh senyap..”

by: Akira Wisnu

Azazel, gelapku!!

Pernahkah engkau merasa sendiri?

Sobat, sungguh malang engkau..

Pernahkah engkau merasa ditinggalkan?

Kawan, sungguh merana engkau..

Pernahkah engkau merasa gundah?

Kawan, inilah nasib..

Pernahkah engkau merasa kehilangan?

Dan kawan, kau adalah aku..

Kita berbeda, tapi kita satu jua

kita terpatri oleh perbedaan ruang dan waktu

tapi emosi mempersatukan kita,

kau dan aku

mari kita tertawa dalam naas kita

menyambut Azazel, sang malaikat hitam

Mari kita menyahut bersama,

Diiringi derai air mata dan tawa

Aku adalah kau,

dan kau adalah aku

kita dua individu, berbeda dalam pikiran

tapi tubuh kita satu

tahukah engkau seberapa sering aku menjerit,

memanggil namamu!

tahukah engkau aku sedang nestapa,

dan mari gelapkan jalan kita

Oh Azazel, kawanku!

Engkau dalam emosiku

mengontrol pikiranku

dan membuatku memakai topeng kepedihanku

tapi kini tidak lagi,

karena kutelah berjanji

kuakan mengurungmu dalam penjara kutukan

dan membawa aku dalam jalan terang

Azazel,

pergilah dari pikiranku!!

“Azazel : Gelap Kematian Bernyawa, Kematian Cinta”

"Cinta,
ya
cinta. Menjadi prahara diatas tahta keremajaan, sebuah pangkuan gelisah
rona empati. Menggoyahkan kemudi hati pemuda, memutar haluan sauh para
pemudi. Bagaikan ladam magnet yang saling bertautan, ataupun saling
melwan. Dan itulah prahara cinta, getir dalam senoda manis, kasar dalam
lembut gelak tawa!"

Dalam masa - masa yang kukenang itu, terpias asa. Nama yang menorehkan
kalut masa lalu tergores kembali. Kenangan hidup menginjak remaja,
setelah nikmat kehidupan fana masa kanak, melanjutkan anak tangga nyawa
pada masa yang disebut orang masa keemasan. Tapi tidak olehku, masa ini
kuselimuti dengan memori menikam hati, mengubur dan meremas pendaman
rasa yang melukai kalbu. Akan kukisahkan sakit yang kudera, membagi
dengan kalian hai yang membutuhkan dahaga. Dahaga akibat buaian cinta,
yang tak tersampaikan sampai ujung kalbu merintih. Dan akan kugambarkan
jeritan ini, yang melumpuhkan semua sendi spiritualku, mengoyak imanku,
dan mencatut emosiku. Kisahku bukanlah kata, tetapi nada dalam
senandung bidadari. Melambungkan hingga langit ke tujuh, dan
menjatuhkan kita kala kita di puncak, menjadikan Azazel menanti kita,
di neraka jahannam merujam.

Dan kini kukisahkan epos yang merusak ketentraman batin pemuda ini. Sebagai senandung pencabut nyawa, dalam nada kematian cinta.

———————————————————————————————————————————-

"Selamat datang cinta, Selamat
Tinggal Cinta!! Datangmu begitu indah, dan kau kini menghilang dalam
kabut duka, meninggalkan romansa abu - abu dalam kelam!!"

Pemuda dalam bayang - bayang langit malam, lusuh, terlihat rona
wajahnya berwarna pucat. Dalam gelap berbintang cerah pemuda ini
menatap ke atas, menatap dengan tatapan hampa pada sang jagat raya.
Hatinya sudah melintasi dimensi tiga, menembus batas ruang dan waktu,
menjelajah panorama hatinya yang tengah sendu di balik karma.

Ia berada jauh dari peraduannya, tak lebih baik juga ia kini sendiri.
Merenungi setiap tamparan nasib yang datang menguji, terduduk ia dalam
sangsangkala penat.

Berputarlah pikirannya menuju puing - puing babilon hati.
Dimulai dari cinta pertamanya, hingga sangsangkala tautan hati
terakhirnya. Meretas ia dalam tawa, menikam hati hingga hancur, dan
merajut ingatan terhempas badai. Maka jatuhlah ia, pemuda yang sendiri
dalam rajuk tangis, menari di atas badai pikiran, merajam kata - kata
yang melukiskan lara, dan menuturkan hampa dalam tiap pemikiran
sempitnya.
Dunia adalah pesimistis di hadapan ia kini, dan hanya Sang Khalid yang
mampu menariknnya, meruh ruh kecilnya dalam kubur. Dan mungkin ia kini
tak mampu berkata apa lagi, hari esok sudah tertutup, hari ini didera
sesak. Mayat bernyawa yang mengingat masa, kembali menuju dimensi
tiganya, menyeruakkan tangisan kekal dan mengemulisir lara. Terkenang
masa itu, dan kini dia hidup dalam deru ragu []

bersambung…

-akirawisnu-

“Pandora Adventure” cont 1

-Part 5-
"The Poem of Azull"

Warna merah menggenangi dataran tinggi NPC, sungguh banyak bersimbah. Suasana berubah dari tengang menjadi sangat mencekam, terasa mencekik leher.

Kabut hitam bercampur aduk akibat dari serangan dari monster Lucifer, sungguh sebuah ledakan dahsyat. Detik terasa berhenti sesaat, tiga pemuda pengelana dari Seiryu menghilang dibalik guratan debu meninggi. Bayang - bayang mereka tak bersisa, bagaikan termakan oleh guruh biru dahsyat lima menit yang lalu. Hening, sungguh hening tak ada suara sepatahpun.

"Ludric…Citte!!!! Ludric telah mati!!!" teriak salah satu sosok bermuka iblis dengan tubuh kekar setinggi tiga meter.
"Hahahhahahahahaha!!!! Master Sefronn!! Citte!! 3 ekor Ludric sudah meninggal. Bukit Espada sudah kita amankan, NPC takkan terjamah oleh Ludric!!" sahut lainnya yang bermuka bopeng dengan topeng merah.

Master Sefronn, seorang Lucist, bangsa Lucifer. Bersembunyi terkekeh kecil dibalik gumpalan kabut tebal berwarna gelap yang tadi sempat dilirik oleh Kira. Sosok berbayang hitam kelam ini masih bersembunyi dibalik peraduannya. Sungguh bangsa licik.

"Laporkan ini pada Sang Pemusnah!!! Kita telah mengamankan harta Espada!!"
akhirnya sosok seorang Sefronn membuka mulutnya, memberikan perintah pada 14 abdi setianya.

"Baaiiik Master!!"
segera 14 monster tadi berlari menghilang diantara keringnya pegunungan berbatu NPC, sungguh sebuah tempat paling arid di dunia Erest.

"Tikus Ludric telah dibereskan, dan tinggal mengamankan bangkainya bersama dengan yang lain" tukas sang Sefronn seraya bergerak pelan menembus kabut yang ia ciptakan untuk melindungi kelemahannya dari serangan Ludric.
Dia bergerak maju, mengamati keadaan sekitar. Terlihat bercak - bercak darah, semakin ama semakin tipis. Ia mengikuti arah jejak darah itu, semakin ke Utara, Sefronn merasakan ada yang aneh.
Jejak darah tersebut tiba - tiba menghilang dibalik batu besar.

"Siaall!! Demi Lucist Agung!! Mereka lolos!!!"

————————————————————————————————

Sementara itu di waktu yang sama, di dalam gelap goa yang tak diketahui ujungnya tiga orang pemuda bersandar di dinding gua gelap.

Gua ini sangatlah gelap, stalagtit dan stalagmit kapur merangkai seram goa ini. Aliran air melembabkan isi goa, bau - bau biologis "Zaloog", kelelawar raksasa Erest yang bertubuh rata - rata 5 kali ukuran kelelawar biasa menambah nuansa dalam lingkungan biota ini. Sebuah goa dengan lorong gelap tanpa jeda, dalam dan tak diketahui asal - usulnya.

"Epppphh..!!" rintih seorang gadis menahan rasa sakit yang tak diketahui seberapa dalamnya. Darah mengucur dari lengan kanannya. Serangan telak dari salah satu monster Lucist berhasil melukainya.

"Lucca, lukamu cukup dalam! Beam tadi telah mengenaimu denga tepat, ini harus segera disembuhkan..kalau tidak.." jerit Trevort panik, terpotong ditengah kata - katanya, ia melirik keatas, berpikir. Lalu ia lanjutkan, "..kalau tidak…kamu akan kehilangan salah satu lenganmu!!!"

Lucca tersengat mendengar kata - kata sahabatnya tersebut, Trevort terdiam, melirik ke kanan ke arah Kira dalam gelap goa. Kira tak merespon, ia hanya diam saja, terpaku seperti terkena mantra penidur.

Ketiga sahabat itu telah lolos sementara dari bahaya. Tampaknya Laptop Trevort telah berhasil mengeluarkan mantera penolong, mantera teleportasi jarak jauh disaat ia tengah bersembunyi di balik batu besar, "The Poem of Azull".

Azull,
Kupanggil namamu..

Azull,
Berikan cahayamu..

Dan Azull,
Jauhkan aku dari Lucifer

Terbang jauh dari tempat ini,
menuju harapan baru.
Dan kini mereka semua terdiam, terjebak dalam goa gelap yang tak mereka ketahui, dengan rekanan mereka yang setengah sadar, terluka.[]

“Pandora Adventures”

Alkisah di jaman maju, dimana internet telah menjadi santapan sehari - hari mahluk yang bernama manusia, dengan julukan aneh homo sapiens (homo = gay, sapi = cow, ens = aliens. Dan artinya mahluk asing yang homo ama sapiii). Maka terdapatlah seorang bocah yang terlahir dari ras tersebut, sangat aneh dan unik, spesiaes langka di dalam sukunya. Dia ditakdirkan untuk menjadi kepala suku(loh katanya modern, tapi kok suku - suku segala? Primitif abiiss) yang akan mengubah penceritaan dunia ini. Dialah sang Pandora - boy, "The one who’ll lead the world, the one who’ll control the Doombringer!!", Akira Wisnu-boy!!

Some_sad_for_glory
"The world is revolving around me!!"
"Never regret a thing!!"
"Yesterday is a history, tommorow a mistery, and present is Gift!!"

—————————————————————————————————-
-Prolog-
"The Secret of Historian City"

"Sesosok besar berlari cepat, dia berbadan tegap, sangat atletis. Dengan pakaian serba hitam, ikat kepala berwarna ungu yang menandakan ia adalah utusan dari Asuka City dan sabuk berwarna merah dan plat komandan bintang 1 di bahu sebelah kirinya. Dia terlihat sangat terburu - buru, dikejar waktu. Tangan kanannya memagang sebuah benda yang asing, seperti telepon genggam tetapi terlalu kecil untuk dibilang benda tadi. Tergopoh - gopoh ia dengan sepatu Vans Bladenya yang berkilau perak, ia hendak pergi jauh ke arah timur, ke sebuah kota tempat sejarah berasal. Tapi ia tak tahu, takdir akan mengantarkannya pada sebuah kisah yang takkan ia percaya. Sebentar lagi pria paruh baya itu akan menemui sesuatu yang takkan membiarkan dirinya maju lebih dari ini. Sebuah rahasia besar Historian City ditangannya, dan bahaya akan menemaninya. Menemani dalam kematian yang gelap di bukit Espada."[]

—————————————————————————————————-

-Part 1-
"NPC - North Palermo City"

Bukit - bukit terjal berbatu, kaktus - kaktus liar tumbuh berkelompok besar, gunung karang menjulang tingi diatas tanah tandus dan gersang. Mengsankan kengerian dan tanda kehidupan yang redup. Tempat ini sungguh panas, gersang oleh terik mentari benua Arcadia yang tepat di poros kathulistiwa bumi Erest.

4 abad yang silam, tempat ini adalah ibukota bagi negara bagian Espada.Sebuah negeri kecil dengan ratusan ribu penduduk berlalu lalang didalamnya. Pigora sekaligus potret kejayaan masa lalu bangsa ras Ludric, sebuah bangsa pedagang besar yang akhirnya dipunahkan oleh serbuan ras Lucifer, ras penyembah iblis yang berperang dengan kemampuan manusia setengah "Fallen Angel". Mereka adalah bangsa yang mengerikan, terkenal diseluruh antero bumi Erest. Penghancur yang memiliki senjata "Fallen God", salah satu demise dari empat "Demise" terkuat, "Doombringer".

Tempat ini seolah berhantu, tak berpenghuni, kehilangan kejayaan Supernovanya setelah berabad - abad lamanya bertahan menjadi penguasa. Dan kini plato silam ini hanyalah bekas Imperium pra-modernisasi Erest, sebuah saksi bisu pergolakan masa. NPC - North Palermo City, sebongkah memori tersisa dalam adigdaya benua Arcadia.

Dipuncak gunung Horrid, puncak gunung tertinggi di NPC terlihat 3 sosok manusia, berbentuk siluet hitam, kelihatan kepayahan setelah perjalanan jauh di ketinggian 3888 meter diatas permukaan laut Zarra, laut terdalam Erest.[]

—————————————————————————————————-

-Part 2-
"Akira, the Pandora Boy"

Tiga mahluk berumur sekitar 18 tahun tengah terduduk di puncak Horrid, backpack besar dipunggung mereka, menempel ketat seperti raksasa Golem mencengkeram mangsanya. Mereka kepayan, letih setelah perjalan 4 hari 3 malam dari Seiryu City, tempat asal mereka. Melewati 3 kota dan 6 sungai, SPC - South Palermo City yang penuh dengan tundra, NDGT - North Dakota Ghost Town yang terkenal sebagai kota hantu terkutuk para penggali emas, dan Hollowberry Town yang dikarunia tanah subur tempat tumbuh Hawtrhone Hollowberry yang sedap itu. Sungguh perjalanan 230 Km yang melelahkan.

Salah seorang pria dengan bandage (plester luka) berwarba hitam di pipi kanan, berambut jambul dan memakai "Google" hitam dikepala tengah terbatuk - batuk. Ia kelihatan yang paling menderita daripada 2 kawan lainnya. Tubuhnya ringkih, jangkung tapi kurus. Wajahnya lonjong, dan sinar mukanya menunjukkan ia adalah orang yang cerdas.
"Kita Camp dulu disini, Kira, Lucca."lalu menarik nafas berat selama 10 detik, ia terdiam.
"Aku sudah tak sanggup, bukit Avalon masih 14 Km lagi, sementara kita belum istirahat lagi seharian, aku lapar Lucca!!" Tukas pria jambul bandage hitam.

"Hah!! Serius!! Ini baru setengah jalan Trevort!!" Sengau gadis belia itu dengan galak membalas kata - kata pemuda jambul bernama Trevor.
"Tapi ini urgent, aku lapar, haus dan capek!! Bukan begitu Sobatku, Akira??!"

"Hmm.."gumam seseorang yang dipanggil Akira
"Hmm…Hmm..Hmm..!!"
"Heeeemm!!"

"Heii!! Kira-kun, jangan cuma diam!! Ayo kita teruskan perjalanan tanpa si kikuk ini!!" Teriak gadis itu pada Kira.
"Sabar Lucca-chan! La Mia masih jauh melewati bukit Avalon dan bukit Hedon, setelah itu kita masih harus melewati Port Mii-Shelle. Ada baiknya kita beristirahat dulu, Si bodoh Trevvi-chan ada benarnya, terlalu jauh."
"Tapi Kira.."belum sempat Lucca meneruskan kata - katanya, Kira memotong, "Dan aku merasakan firasat buruk di depan kita!!"

Suasana berubah setelah kata - kata Kira tadi, semua terdiam, mengamati sekitar, tak ada yang aneh, hanya plato gersang tak berpenghuni. Tapi Lucca dan Trevort tahu Akira sedang tidak bercanda, remaja 18 tahun ini terlihat begitu waspada dalam pembawaannya yang tenang. Tubuhnya tak setinggi Trevort, badannya ideal, tapi sorot matanya yang tajam itu yang membuat teman - temannya terkena wibawa dia. Dia cenderung pendiam sebagai seorang pria muda.

Dibuka sebuah kotak kecil ditangan Kira, kotak hitam lusuh dibalut kain kucel hitam.

"Apakah kau akan membuka di tempat ini, Kira-sama..Tapp.."
"Tak ada jalan lain Trevvi-chan!!"Potong Kira cepat. "Ada 14 mata tengah mengawasi kita sejak kita sampai ditempat terkutuk ini, dan pastinya itu bukan sorot mata yang ramah!!" Lanjutnya sembari memicingkan mata dan melihat sekitar. Sekarang perhatian mereka tertuju pada kotak kecil itu.

Kotak itu terbuka perlahan diatas jemari hangat Kira,
"Pandora, buka jalan menuju kebijaksanaan!! Revolving!!" Seru Akira
Lucca dan Trev cuma bisa terkesima melihat cahaya terang yang muncul dari Pandora Box, mereka terpaku, terdiam tanpa satu patah katapun.
Cahay itu menyilaukan hampir seluruh NPC, lalu terlihatlah 14 sosok raksasa bergigi tajam, dengan taring memanjang dan lidah menjulur mengelilingi mereka bertiga. Mereka dalam intaian bahaya dunia Erest, dan itu kutukan bangsa Lucifer.

Kini mereka bertiga ditengah ancaman mahluk misterius yang haus akan hati manusia, dan mereka tak memilki pilihan lain, bertempur atau mati![]

————————————————————————————————–

-Part 3-
"La Mia, Istana Suci"

Tepat di bagian paling Utara di benua Arcadia, cahaya terang menghiasi malam Erest. Bintang - bintag terlihat sangat banyak di angkasa jagat Milkyway. Bulan Erest terhalang oleh bayangan bumi, hari ini adalah malam 30 bulan Juni, gerhana bulan.

Tapi cahaya dari sebuah bangunan megah di inti kota menerangi langit itu dengan indah, begitu sempurna dan akan membuat takjub para manusia Ludric yang menatapnya. Sungguh menentramkan jiwa.

Tanah ini adalah Amore Town, kota kecil paling terpencil dan tertutup di jagad benua Arcadia. Tempat bersemayam para roh suci Ludric, dan romansa tempat paling damai di Erest. Berbentuk seperi bulan sabit, sungguh indah dikelilingi gunung dan bukit. Untuk mencapai tempat terisolasi ini harus melewati Port Mii - Shelle terlebih dahulu dan meneruskan perjalanan dengan kapal uap setelah itu melewati lorong sempit dan gelap "Andalus Cave" yang brutal. Sungguh tempat yang sulit dijangkau Ludic tanpa kemampuan spiritual yang tinggi, sudah banyak korban yang meninggal akibat mencari dimana La Mia berada.

La Mia - benteng cahaya para agung Ludric, yang menurut legenda di dalamnya terdapat batu Grand Avav Ludric, batu bertuah untuk membasmi para Lucifer.
Benteng inilah hati kota kecil terpencil Amore. Dan untuk itulah tempat ini sengaja dijadikan legenda yang terisolir, jauh dari tangan - tangan jahat, sebagai basis dan benteng terakhir para Ludric yang ketakutan.

La Mia, istana suci Erest. Jauh di pedalaman Arcadia, di pulau terpenci Ice Le utara Arcadia, ditengah kota benteng ludric, Amore.

Di dalam Istana ini terlihat 2 Peuka, Shaman Agung Ludric tengah bercakap didepan air Suci Mia. Salah seorang dari mereka tersentak, janggut putih panjangnya tampak aneh, dipengangi mantel merah panjangnya.
"Ksatria Zelel akan tiba, dipimpin Pandora." hening, lalu dilanjutkan.
"Apollo telah tiada di bukit Espada"
"Dan Lucifer akan segera meruntuhkan tembok BA-Dreuwl disebelah timur Roxxate Feeraw, lalu menginvasi habis setelah kebangkitan di Port Mii - Shelle, dan.."

"Dan kenapa!!?? Kenapa!!!"sahut si janggut dengan tak sabaran.
"Dan La Mia, Istana Suci Ludric akan jatuh dibawah pangkuan kaum Lucifer..Hanya saja bila Chronos dapat dilakukan oleh sang Pandora maka kita akan tetap selamat.."
"Lalu apa yang membuatmu begitu menggigil Palermo, sang Ludric Api??" Tukas jenggot perak penasaran.
"Hanya sedikit perasaan mengganjal Rodemann!! Hanya sedikit!" Ia terhenti, tak tahu apakah ia harus mengatakannya. Ia membalikkan badan, melihat kolam tetesan Mia denga harapan kosong. Langit di kubah teduh La Mia terlihat begitu gelap sekarang di mata orang tua itu. Ia berjalan pelan dan bergumam, "Doom..Doombringer! Itu kunci yang harus dibawa Pandora untuk membangkitkan Chronos! Dan cucuku sekarang pasti dalam bahaya!!"
Lalu Dietell Palermo berjalan meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Blizzardian Rodemann sendirian dengan kebingungan.
"Apa maksud si tua Palermo, sungguh aku tak tahu!! Tapi yang pasti ini keadaan gawat darurat!! Aku harus mencapai Seiryu dan mengabarkan berita ini pada Jendral Azalea!! Dia pasti tahu apa yang harus Ludic lakukan!"
dan Rodemann segera berlari, mengetahui hal inilah yang saat ini bisa ia lakukan. Secepatnya.[]

—————————————————————————————————-

-Part 4-
"Ferocious Lucifer Race VS Pandora, NPC Blood"

Ketiga pemuda itu terkepung, mereka terpojok di tengah mahluk - mahluk mistis yang berjumlah 14 itu. Terjebak di atas gunung tertinggi NPC, sebuah bumi gersang nyaris tanpa air. Air muka para mahluk itu terlihar sangat sangar, bengis lebih tepat menggambarkannya. Mereka terlihat lapar.

Cahaya dari kotak hitam berbendar ditangan Akira adalah Pandora box, kotak yang membuka segel dunia ini dan dunia Lain berbeda dimensi. Dari cahaya ini, mahluk yang bersemb

-The Battlefield and Old Memmories-

-The Battlefield and Old Memmories-

Dalam hari - hari yang cerah, seorang muda bersenda gurau dibawah taman eden.
Sore dunia utopia yang indah, melambungkan angan dari tiap orang yang melihatnya merasakan aromanya, dan menikmati hangat senja.

Sama halnya dengan pemuda ini, yang tengah pergi dimedan perang. Dimana api berkobar diatas pundaknya, membebani batinnya, demi martabat negerinya. Ia pergi, meninggalkan seluruh yang ia cintai, dan ia hanya sebongkah batu karang ditengah gurun pasir peperangan hati.


It started out as a feeling

Which then grew into a hope

Which then turned into a quiet thought

Which then turned into a quiet word

And then that word grew louder and louder

‘Til it was a battle cry

I’ll come back

When you call me

No need to say goodbye

Just because everything’s changing

Doesn’t mean it’s never

Been this way before

All you can do is try to know

Who your friends are

As you head off to the war

Pick a star on the dark horizon

And follow the light

You’ll come back

When it’s over

No need to say good bye

Now we’re back to the beginning

It’s just a feeling and now one knows yet

But just because they can’t feel it too

Doesn’t mean that you have to forget

Let your memories grow stronger ans stronger

‘Til they’re before your eyes

You’ll come back

When it’s over

No need to say good bye

(Regina S, The Calling)

jeritan ia kini menjadi senandung nada, dan ia akan selalu bersamanya, yang ada dihati pemuda itu, selamanya dalam rundung derita kasih..

You’ll come back

When it’s over

No need to say good bye

I’ll come back

When you call me

No need to say goodbye