“Pandora Adventure” cont 1
-Part 5-
"The Poem of Azull"
Warna merah menggenangi dataran tinggi NPC, sungguh banyak bersimbah. Suasana berubah dari tengang menjadi sangat mencekam, terasa mencekik leher.
Kabut hitam bercampur aduk akibat dari serangan dari monster Lucifer, sungguh sebuah ledakan dahsyat. Detik terasa berhenti sesaat, tiga pemuda pengelana dari Seiryu menghilang dibalik guratan debu meninggi. Bayang - bayang mereka tak bersisa, bagaikan termakan oleh guruh biru dahsyat lima menit yang lalu. Hening, sungguh hening tak ada suara sepatahpun.
"Ludric…Citte!!!! Ludric telah mati!!!" teriak salah satu sosok bermuka iblis dengan tubuh kekar setinggi tiga meter.
"Hahahhahahahahaha!!!! Master Sefronn!! Citte!! 3 ekor Ludric sudah meninggal. Bukit Espada sudah kita amankan, NPC takkan terjamah oleh Ludric!!" sahut lainnya yang bermuka bopeng dengan topeng merah.
Master Sefronn, seorang Lucist, bangsa Lucifer. Bersembunyi terkekeh kecil dibalik gumpalan kabut tebal berwarna gelap yang tadi sempat dilirik oleh Kira. Sosok berbayang hitam kelam ini masih bersembunyi dibalik peraduannya. Sungguh bangsa licik.
"Laporkan ini pada Sang Pemusnah!!! Kita telah mengamankan harta Espada!!"
akhirnya sosok seorang Sefronn membuka mulutnya, memberikan perintah pada 14 abdi setianya.
"Baaiiik Master!!"
segera 14 monster tadi berlari menghilang diantara keringnya pegunungan berbatu NPC, sungguh sebuah tempat paling arid di dunia Erest.
"Tikus Ludric telah dibereskan, dan tinggal mengamankan bangkainya bersama dengan yang lain" tukas sang Sefronn seraya bergerak pelan menembus kabut yang ia ciptakan untuk melindungi kelemahannya dari serangan Ludric.
Dia bergerak maju, mengamati keadaan sekitar. Terlihat bercak - bercak darah, semakin ama semakin tipis. Ia mengikuti arah jejak darah itu, semakin ke Utara, Sefronn merasakan ada yang aneh.
Jejak darah tersebut tiba - tiba menghilang dibalik batu besar.
"Siaall!! Demi Lucist Agung!! Mereka lolos!!!"
————————————————————————————————
Sementara itu di waktu yang sama, di dalam gelap goa yang tak diketahui ujungnya tiga orang pemuda bersandar di dinding gua gelap.
Gua ini sangatlah gelap, stalagtit dan stalagmit kapur merangkai seram goa ini. Aliran air melembabkan isi goa, bau - bau biologis "Zaloog", kelelawar raksasa Erest yang bertubuh rata - rata 5 kali ukuran kelelawar biasa menambah nuansa dalam lingkungan biota ini. Sebuah goa dengan lorong gelap tanpa jeda, dalam dan tak diketahui asal - usulnya.
"Epppphh..!!" rintih seorang gadis menahan rasa sakit yang tak diketahui seberapa dalamnya. Darah mengucur dari lengan kanannya. Serangan telak dari salah satu monster Lucist berhasil melukainya.
"Lucca, lukamu cukup dalam! Beam tadi telah mengenaimu denga tepat, ini harus segera disembuhkan..kalau tidak.." jerit Trevort panik, terpotong ditengah kata - katanya, ia melirik keatas, berpikir. Lalu ia lanjutkan, "..kalau tidak…kamu akan kehilangan salah satu lenganmu!!!"
Lucca tersengat mendengar kata - kata sahabatnya tersebut, Trevort terdiam, melirik ke kanan ke arah Kira dalam gelap goa. Kira tak merespon, ia hanya diam saja, terpaku seperti terkena mantra penidur.
Ketiga sahabat itu telah lolos sementara dari bahaya. Tampaknya Laptop Trevort telah berhasil mengeluarkan mantera penolong, mantera teleportasi jarak jauh disaat ia tengah bersembunyi di balik batu besar, "The Poem of Azull".
Azull,
Kupanggil namamu..
Azull,
Berikan cahayamu..
Dan Azull,
Jauhkan aku dari Lucifer
Terbang jauh dari tempat ini,
menuju harapan baru.
Dan kini mereka semua terdiam, terjebak dalam goa gelap yang tak mereka ketahui, dengan rekanan mereka yang setengah sadar, terluka.[]

Leave a Reply