“Pandora Adventures”
Alkisah di jaman maju, dimana internet telah menjadi santapan sehari - hari mahluk yang bernama manusia, dengan julukan aneh homo sapiens (homo = gay, sapi = cow, ens = aliens. Dan artinya mahluk asing yang homo ama sapiii). Maka terdapatlah seorang bocah yang terlahir dari ras tersebut, sangat aneh dan unik, spesiaes langka di dalam sukunya. Dia ditakdirkan untuk menjadi kepala suku(loh katanya modern, tapi kok suku - suku segala? Primitif abiiss) yang akan mengubah penceritaan dunia ini. Dialah sang Pandora - boy, "The one who’ll lead the world, the one who’ll control the Doombringer!!", Akira Wisnu-boy!!
"The world is revolving around me!!"
"Never regret a thing!!"
"Yesterday is a history, tommorow a mistery, and present is Gift!!"
—————————————————————————————————-
-Prolog-
"The Secret of Historian City"
"Sesosok besar berlari cepat, dia berbadan tegap, sangat atletis. Dengan pakaian serba hitam, ikat kepala berwarna ungu yang menandakan ia adalah utusan dari Asuka City dan sabuk berwarna merah dan plat komandan bintang 1 di bahu sebelah kirinya. Dia terlihat sangat terburu - buru, dikejar waktu. Tangan kanannya memagang sebuah benda yang asing, seperti telepon genggam tetapi terlalu kecil untuk dibilang benda tadi. Tergopoh - gopoh ia dengan sepatu Vans Bladenya yang berkilau perak, ia hendak pergi jauh ke arah timur, ke sebuah kota tempat sejarah berasal. Tapi ia tak tahu, takdir akan mengantarkannya pada sebuah kisah yang takkan ia percaya. Sebentar lagi pria paruh baya itu akan menemui sesuatu yang takkan membiarkan dirinya maju lebih dari ini. Sebuah rahasia besar Historian City ditangannya, dan bahaya akan menemaninya. Menemani dalam kematian yang gelap di bukit Espada."[]
—————————————————————————————————-
-Part 1-
"NPC - North Palermo City"
Bukit - bukit terjal berbatu, kaktus - kaktus liar tumbuh berkelompok besar, gunung karang menjulang tingi diatas tanah tandus dan gersang. Mengsankan kengerian dan tanda kehidupan yang redup. Tempat ini sungguh panas, gersang oleh terik mentari benua Arcadia yang tepat di poros kathulistiwa bumi Erest.
4 abad yang silam, tempat ini adalah ibukota bagi negara bagian Espada.Sebuah negeri kecil dengan ratusan ribu penduduk berlalu lalang didalamnya. Pigora sekaligus potret kejayaan masa lalu bangsa ras Ludric, sebuah bangsa pedagang besar yang akhirnya dipunahkan oleh serbuan ras Lucifer, ras penyembah iblis yang berperang dengan kemampuan manusia setengah "Fallen Angel". Mereka adalah bangsa yang mengerikan, terkenal diseluruh antero bumi Erest. Penghancur yang memiliki senjata "Fallen God", salah satu demise dari empat "Demise" terkuat, "Doombringer".
Tempat ini seolah berhantu, tak berpenghuni, kehilangan kejayaan Supernovanya setelah berabad - abad lamanya bertahan menjadi penguasa. Dan kini plato silam ini hanyalah bekas Imperium pra-modernisasi Erest, sebuah saksi bisu pergolakan masa. NPC - North Palermo City, sebongkah memori tersisa dalam adigdaya benua Arcadia.
Dipuncak gunung Horrid, puncak gunung tertinggi di NPC terlihat 3 sosok manusia, berbentuk siluet hitam, kelihatan kepayahan setelah perjalanan jauh di ketinggian 3888 meter diatas permukaan laut Zarra, laut terdalam Erest.[]
—————————————————————————————————-
-Part 2-
"Akira, the Pandora Boy"
Tiga mahluk berumur sekitar 18 tahun tengah terduduk di puncak Horrid, backpack besar dipunggung mereka, menempel ketat seperti raksasa Golem mencengkeram mangsanya. Mereka kepayan, letih setelah perjalan 4 hari 3 malam dari Seiryu City, tempat asal mereka. Melewati 3 kota dan 6 sungai, SPC - South Palermo City yang penuh dengan tundra, NDGT - North Dakota Ghost Town yang terkenal sebagai kota hantu terkutuk para penggali emas, dan Hollowberry Town yang dikarunia tanah subur tempat tumbuh Hawtrhone Hollowberry yang sedap itu. Sungguh perjalanan 230 Km yang melelahkan.
Salah seorang pria dengan bandage (plester luka) berwarba hitam di pipi kanan, berambut jambul dan memakai "Google" hitam dikepala tengah terbatuk - batuk. Ia kelihatan yang paling menderita daripada 2 kawan lainnya. Tubuhnya ringkih, jangkung tapi kurus. Wajahnya lonjong, dan sinar mukanya menunjukkan ia adalah orang yang cerdas.
"Kita Camp dulu disini, Kira, Lucca."lalu menarik nafas berat selama 10 detik, ia terdiam.
"Aku sudah tak sanggup, bukit Avalon masih 14 Km lagi, sementara kita belum istirahat lagi seharian, aku lapar Lucca!!" Tukas pria jambul bandage hitam.
"Hah!! Serius!! Ini baru setengah jalan Trevort!!" Sengau gadis belia itu dengan galak membalas kata - kata pemuda jambul bernama Trevor.
"Tapi ini urgent, aku lapar, haus dan capek!! Bukan begitu Sobatku, Akira??!"
"Hmm.."gumam seseorang yang dipanggil Akira
"Hmm…Hmm..Hmm..!!"
"Heeeemm!!"
"Heii!! Kira-kun, jangan cuma diam!! Ayo kita teruskan perjalanan tanpa si kikuk ini!!" Teriak gadis itu pada Kira.
"Sabar Lucca-chan! La Mia masih jauh melewati bukit Avalon dan bukit Hedon, setelah itu kita masih harus melewati Port Mii-Shelle. Ada baiknya kita beristirahat dulu, Si bodoh Trevvi-chan ada benarnya, terlalu jauh."
"Tapi Kira.."belum sempat Lucca meneruskan kata - katanya, Kira memotong, "Dan aku merasakan firasat buruk di depan kita!!"
Suasana berubah setelah kata - kata Kira tadi, semua terdiam, mengamati sekitar, tak ada yang aneh, hanya plato gersang tak berpenghuni. Tapi Lucca dan Trevort tahu Akira sedang tidak bercanda, remaja 18 tahun ini terlihat begitu waspada dalam pembawaannya yang tenang. Tubuhnya tak setinggi Trevort, badannya ideal, tapi sorot matanya yang tajam itu yang membuat teman - temannya terkena wibawa dia. Dia cenderung pendiam sebagai seorang pria muda.
Dibuka sebuah kotak kecil ditangan Kira, kotak hitam lusuh dibalut kain kucel hitam.
"Apakah kau akan membuka di tempat ini, Kira-sama..Tapp.."
"Tak ada jalan lain Trevvi-chan!!"Potong Kira cepat. "Ada 14 mata tengah mengawasi kita sejak kita sampai ditempat terkutuk ini, dan pastinya itu bukan sorot mata yang ramah!!" Lanjutnya sembari memicingkan mata dan melihat sekitar. Sekarang perhatian mereka tertuju pada kotak kecil itu.
Kotak itu terbuka perlahan diatas jemari hangat Kira,
"Pandora, buka jalan menuju kebijaksanaan!! Revolving!!" Seru Akira
Lucca dan Trev cuma bisa terkesima melihat cahaya terang yang muncul dari Pandora Box, mereka terpaku, terdiam tanpa satu patah katapun.
Cahay itu menyilaukan hampir seluruh NPC, lalu terlihatlah 14 sosok raksasa bergigi tajam, dengan taring memanjang dan lidah menjulur mengelilingi mereka bertiga. Mereka dalam intaian bahaya dunia Erest, dan itu kutukan bangsa Lucifer.
Kini mereka bertiga ditengah ancaman mahluk misterius yang haus akan hati manusia, dan mereka tak memilki pilihan lain, bertempur atau mati![]
————————————————————————————————–
-Part 3-
"La Mia, Istana Suci"
Tepat di bagian paling Utara di benua Arcadia, cahaya terang menghiasi malam Erest. Bintang - bintag terlihat sangat banyak di angkasa jagat Milkyway. Bulan Erest terhalang oleh bayangan bumi, hari ini adalah malam 30 bulan Juni, gerhana bulan.
Tapi cahaya dari sebuah bangunan megah di inti kota menerangi langit itu dengan indah, begitu sempurna dan akan membuat takjub para manusia Ludric yang menatapnya. Sungguh menentramkan jiwa.
Tanah ini adalah Amore Town, kota kecil paling terpencil dan tertutup di jagad benua Arcadia. Tempat bersemayam para roh suci Ludric, dan romansa tempat paling damai di Erest. Berbentuk seperi bulan sabit, sungguh indah dikelilingi gunung dan bukit. Untuk mencapai tempat terisolasi ini harus melewati Port Mii - Shelle terlebih dahulu dan meneruskan perjalanan dengan kapal uap setelah itu melewati lorong sempit dan gelap "Andalus Cave" yang brutal. Sungguh tempat yang sulit dijangkau Ludic tanpa kemampuan spiritual yang tinggi, sudah banyak korban yang meninggal akibat mencari dimana La Mia berada.
La Mia - benteng cahaya para agung Ludric, yang menurut legenda di dalamnya terdapat batu Grand Avav Ludric, batu bertuah untuk membasmi para Lucifer.
Benteng inilah hati kota kecil terpencil Amore. Dan untuk itulah tempat ini sengaja dijadikan legenda yang terisolir, jauh dari tangan - tangan jahat, sebagai basis dan benteng terakhir para Ludric yang ketakutan.
La Mia, istana suci Erest. Jauh di pedalaman Arcadia, di pulau terpenci Ice Le utara Arcadia, ditengah kota benteng ludric, Amore.
Di dalam Istana ini terlihat 2 Peuka, Shaman Agung Ludric tengah bercakap didepan air Suci Mia. Salah seorang dari mereka tersentak, janggut putih panjangnya tampak aneh, dipengangi mantel merah panjangnya.
"Ksatria Zelel akan tiba, dipimpin Pandora." hening, lalu dilanjutkan.
"Apollo telah tiada di bukit Espada"
"Dan Lucifer akan segera meruntuhkan tembok BA-Dreuwl disebelah timur Roxxate Feeraw, lalu menginvasi habis setelah kebangkitan di Port Mii - Shelle, dan.."
"Dan kenapa!!?? Kenapa!!!"sahut si janggut dengan tak sabaran.
"Dan La Mia, Istana Suci Ludric akan jatuh dibawah pangkuan kaum Lucifer..Hanya saja bila Chronos dapat dilakukan oleh sang Pandora maka kita akan tetap selamat.."
"Lalu apa yang membuatmu begitu menggigil Palermo, sang Ludric Api??" Tukas jenggot perak penasaran.
"Hanya sedikit perasaan mengganjal Rodemann!! Hanya sedikit!" Ia terhenti, tak tahu apakah ia harus mengatakannya. Ia membalikkan badan, melihat kolam tetesan Mia denga harapan kosong. Langit di kubah teduh La Mia terlihat begitu gelap sekarang di mata orang tua itu. Ia berjalan pelan dan bergumam, "Doom..Doombringer! Itu kunci yang harus dibawa Pandora untuk membangkitkan Chronos! Dan cucuku sekarang pasti dalam bahaya!!"
Lalu Dietell Palermo berjalan meninggalkan ruangan itu, meninggalkan Blizzardian Rodemann sendirian dengan kebingungan.
"Apa maksud si tua Palermo, sungguh aku tak tahu!! Tapi yang pasti ini keadaan gawat darurat!! Aku harus mencapai Seiryu dan mengabarkan berita ini pada Jendral Azalea!! Dia pasti tahu apa yang harus Ludic lakukan!"
dan Rodemann segera berlari, mengetahui hal inilah yang saat ini bisa ia lakukan. Secepatnya.[]
—————————————————————————————————-
-Part 4-
"Ferocious Lucifer Race VS Pandora, NPC Blood"
Ketiga pemuda itu terkepung, mereka terpojok di tengah mahluk - mahluk mistis yang berjumlah 14 itu. Terjebak di atas gunung tertinggi NPC, sebuah bumi gersang nyaris tanpa air. Air muka para mahluk itu terlihar sangat sangar, bengis lebih tepat menggambarkannya. Mereka terlihat lapar.
Cahaya dari kotak hitam berbendar ditangan Akira adalah Pandora box, kotak yang membuka segel dunia ini dan dunia Lain berbeda dimensi. Dari cahaya ini, mahluk yang bersemb

Ndut…abis “Pandora Adventure”…”Mimpi Buruk: Gerbong Kematian” itu gmn…serem juga!!!
-hunny-
Aciih said this on August 26, 2008 at 11:37 pm