Azazel, gelapku!!
Pernahkah engkau merasa sendiri?
Sobat, sungguh malang engkau..
Pernahkah engkau merasa ditinggalkan?
Kawan, sungguh merana engkau..
Pernahkah engkau merasa gundah?
Kawan, inilah nasib..
Pernahkah engkau merasa kehilangan?
Dan kawan, kau adalah aku..
Kita berbeda, tapi kita satu jua
kita terpatri oleh perbedaan ruang dan waktu
tapi emosi mempersatukan kita,
kau dan aku
mari kita tertawa dalam naas kita
menyambut Azazel, sang malaikat hitam
Mari kita menyahut bersama,
Diiringi derai air mata dan tawa
Aku adalah kau,
dan kau adalah aku
kita dua individu, berbeda dalam pikiran
tapi tubuh kita satu
tahukah engkau seberapa sering aku menjerit,
memanggil namamu!
tahukah engkau aku sedang nestapa,
dan mari gelapkan jalan kita
Oh Azazel, kawanku!
Engkau dalam emosiku
mengontrol pikiranku
dan membuatku memakai topeng kepedihanku
tapi kini tidak lagi,
karena kutelah berjanji
kuakan mengurungmu dalam penjara kutukan
dan membawa aku dalam jalan terang
Azazel,
pergilah dari pikiranku!!

Leave a Reply